Menikmati Liburan Keluarga Nginap di Homestay di Atas Awan : Desa Samiran Selo, Boyolali

doyanplesir Selamat Tahun Baru 2019 Sahabat Keluarga Doyan Plesir! Menikmati liburan keluarga dengan menginap di homestay di atas awan: Desa Samiran Selo, Boyolali bikin nagihhhh. Iyess, ini kali kedua keluarga besar Bani Syuhada menginap di homestay Damandiri.

Akhir tahun 2017 kami sudah pernah menginap di homestay yang terletak di kawasan Selo Boyolali, Jawa Tengah. Penasaran mengapa dinamakan Damandiri? Karena homestay yang jumlahnya ada 12 itu berada di bawah naungan Yayasan Damandiri. Info terakhir waktu kami kesini akhir Desember 2018, sudah ada 20 homestay. Makin rame lah jadinya.

Akhir tahun ini kami sekali lagi memilih menghabiskan libur akhir tahun kembali nginap di homestay Damandiri. Kalo tahun kemarin kami menginap di Homestay Bukit Indah. Kali ini kami memilih Homestay Indah Lestari sebagai tempat liburan akhir tahun.

Senang banget ketika rencana menginap digulirkan di WAG Keluarga dan mendapat tanggapan positif. Keluarga Purwanto yang mengurus booking homestay. Karena anggota keluarga yang ikut nambah, ahahhaaa. Kayaknya anggota yang nambah ini karena pengen ikut menikmati liburan di kawasan yang berudara bersih dari polusi. Trus juga mupeng kali ya lihat foto-foto kami tahun lalu.

Hari H, yaitu tanggal 23 Desember 2018 kami berombongan berangkat dengan tiga mobil. Rencananya satu mobil lagi, yaitu keluarga Om Pur akan berangkat dari Jogja. Milzam juga akan ikut mereka, karena domisili sementara di kota Gudeg.

Sebelum tiba di Selo, kami mampir dulu di rumah adik bungsu di Ngawen, Salatiga. Rencananya dia bersama putri bungsunya akan gabung. Si sulung, Hanif nggak bisa ikut karena hari Minggu ada ujian di tempat kursus Bahasa Inggris.

Tepat pukul 14.00 kami berangkat menuju Selo. Melintasi jalur menuju kawasan wisata Kopeng. Jalanan mulai berkelok-kelok. Mobil grandmax blindvan seperti biasa diisi cowok semua kecuali saya yang mendampingi suami di depan, hahahaha. Udah disarankan sih kalo saya pindah mobil bareng keluarga Om Aji dan Tante Yuli. Tapi namanya istri tetep paling enak ikut suami lah yaaa.

Udara yang dingin menembus masuk ke dalam mobil. Suami paling suka membuka jendela mobil kalo melintasi kawasan berudara sejuk. Di samping merasakan udara sejuk pegunungan, tentunya lebih irit BBM kan kalo AC mobil dimatikan.

Menuju homestay yang terletak di Desa Samiran kawasan Selo Boyolali, kami sudah melintasi kawasan wisata Kopeng. Jalan masih berkelok-kelok melintasi jalur Salatiga – Magelang. Namun begitu tiba di Ngablak, ambil belokan ke kiri. Dari sini ada beberapa tempat wisata kekinian yang bisa dijadikan alternatif kunjungan wisata kalian. Ada Hutan Pinus Kragilan, Grenden, dan beberapa tempat selfie yang berada di satu jalur menuju Ketep Pass ini.

Deretan pohon masih menemani perjalanan rombongan keluarga kami menuju homestay. Jalur menuju Ketep Pass ini mulai dipadati oleh kendaraan bermotor. Dari mobil keluarga, motor, dan sesekali angkutan sayur milik warga lokal, berjalan beriringan membelah jalan yang menghubungkan Magelang dan Boyolali.

Gerimis bahkan mulai mengiringi perjalanan ini. Titik air yang jatuh seperti tirai rapat yang menyelimuti kawasan Ketep. Dalam jarak pandang tiga meter, kabut menghalangi setiap benda di sekitarnya. Udara makin dingin, dan sesekali berhembus kencang mengantarkan aroma khas pegunungan. Gesekan daun dan dahan seakan berlomba menyajikan gerakan ritmis yang menerbitkan udara.

Berkilo meter jarak telah kami tempuh dalam lintasan jalan pedesaan yang mengubah wajah kawasan ini menjadi destinasi wisata. Alam pegunungan telah memberikan rejeki bagi setiap warganya. Bukan hanya dari tanah pertanian, kebun sayur dan bunga. Namun juga dari setiap jengkal tanah yang telah berubah wujud menjadi tempat wisata kekinian.

Tanpa terasa mobil yang dikemudikan suami udah nyampe kawasan Selo. Beberapa toko penjual oleh-oleh dan jajanan khas mulai terlihat. Saya selalu mampir membeli jadah dan tahu tempe bacem setiap berkunjung ke Selo. Rasa jadahnya yang terbuat dari beras ketan dan kelapa, terasa enak. Sementara tahu dan tempe bacemnya sepotong harganya cuma seribu rupiah. Saya lebih suka tempe bacemnya, manisnya pas.

Jalan yang menuju lokasi homestay terletak di sebelah kiri.

“Yeaaayyy… alhamdulillah udah nyampe homestay niih,”

Anak-anak dan ponakan di belakang kami ikut berteriak senang. Mereka terkungkung di dalam mobil tanpa ada kaca di kanan kiri bodi mobil. Sengaja kami beri alas karpet dan kasur untuk duduk atau tidur anak-anak. Ada jajanan juga buat cemilan mereka karena body mobil ketutup rapat, nggak bisa lihat jalan, hahahaa.

Fasilitas Homestay Indah Lestari

Homestay Indah Lestari terletak di sisi kiri, rumah kedua dari ujung jalan. Terdapat lima kamar tidur, dengan satu kamar mandi yang ada di salah satu kamar. Ada kamar mandi di luar rumah yang bisa digunakan untuk penghuni lainnya. Sementara hanya kamar mandi dalam yang menyediakan air panas. Jadi memang lebih enak kalo nyewa kamar di homestay ini semuanya.

Suasana teras homestay asri dengan tanaman

Kami berombongan ada 21 orang, menyewa lima kamar. Yang perempuan tidur di dalam kamar. Selain itu tidur di luar kamar dengan kasur springbed. Ada dua kasur yang kami sewa, dan satu kasur lagi yang kami bawa dari rumah. Ada juga yang tidur di kursi panjang. Seru deh tidur di ruangan tengah kayak kembali pulang ke rumah simbah.

Sebelum menginap di homestay, seminggu sebelumnya saya, suami, dan keluarga Om Pur sempat datang untuk booking kamar dan pesan makanan. Rencananya untuk makan malam dan sarapan. Menu kami serahkan pada pemilik homestay.

Kami juga memesan cemilan seperti bakwan sayur, mendoan, dan pisang goreng. Kayaknya enak sih kalo ngumpul sambil ngemil gorengan hangat-hangat gitu. Apalagi udara Desa Samiran yang dingin gitu pasti cocok kalo diisi dengan ngemil. Pulang dari liburan, tubuh melar tanpa disadari, wkwkwkk.

Menu Makan Malam di Desa Samiran

Nah, malam itu sajian dari Ibu pemilik homestay adalah… tadaaaa, sayur centrung, ikan goreng, capjay kekian, ayam goreng, sayur nangka muda, dan krupuk. Wah saya jadi teringat saat ikut acara Forum Komunikasi Desa Wisata di Desa Samiran awal tahun 2018 bareng teman-teman blogger Deswita. Saat itu makan malam kami adalah Sayur Centrung juga.

Sayur Centrung, daun adas
Sayur Centrung khas desa Samiran
Sayur Nangka Muda yang endessss

Sayur Centrung terbuat dari sayur adas, daun kacang, santan yang dimasak mirip sayur bobor kangkung. Rasa daun adas yang agak semriwing, dipadukan sambel serta krupuk, dan tempe bacem, menjadi makan malam yang luar biasaaa di lidah saya. Saya juga nyobain sayur nangkanya yang tak kalah mantaap rasanya. Pengen bawa pulang sayur nangkanyaaaa.

Apalagi suasana malam Desa Samiran yang dingin bikin perut terasa lapar terus. Pengennya makan, dan makan lagi. Sebelum makan tadi, saya masih sempat ngemil jadah yang sempat kami beli di Mbak Kerto. Tapi entah kenapa, waktu melihat berbagai menu sajian di homestay Bapak Sukadi, saya jadi pengen makan. *elus-elus perut

Malam belum berakhir di homestay Indah Lestari. Kami, masih terlibat obrolan seru dengan bapak Sukadi. Tentang pemimpin Indonesia dari masa ke masa. Obrolan yang off the record.

Sambil menanti keluarga Om Purwanto dan Milzam yang numpang dari Jogja. Ternyata mereka mampir dulu di Magelang untuk takziyah.

Nggak kedinginan karena ada tungku pemanas

Oleh Bapak Sukadi, sudah disediakan tungku yang menggunakan bahan bakar arang. Fungsinya tentu untuk menghangatkan tubuh. Dan bisa juga untuk bakar jadah, atau jagung.

Terdengar suara mobil yang memasuki halaman homestay Indah Lestari.

“Om Pur kayaknya tuh yang datang,”

“Asiiiik, masak mie rebus,”

“Aku mau mi ramen aja, segeeer,”

Wuihhhh, orangnya aja belum masuk rumah. Udah membayangkan orderan masing-masing.

Om Pur memang selalu membawa peralatan masak untuk mendaki gunung. Jadi meski makanan udah disiapkan oleh si pemilik homestya, Om Pur tak pernah lupa dengan peralatannya. Suasana memasak mie rebus segala jenis, bisa ramen ataupun mi instan lainnya, selalu tak pernah absen tiap ada Om Pur.

Begitu pintu dibuka, langsung tuh mengatur peralatan masak. Tapi setelah membongkar bawaannya dulu sih. Milzam juga mengeluarkan roll kabel untuk isi baterai hape. Yah emang cuma Milzam dan Om Pur yang selalu membawa perlengkapan roll kabel untuk tambah daya baterai hape tiap kali jalan-jalan dan nginap.

Kayaknya semua orderan keponakannya, dituruti sama Om Pur. Saya dan orang dewasa lainnya cuma melihat kegiatan masak mi di atas kompor Camping outdoor. Dengan menggunakan nesting, mie ramen rebus langsung tersaji dalam dua porsi tiap kali masak. Wajah-wajah seakan udah lapar lagi, menanti dan berharap penuh pada semangkuk mie ramen. Hmmm, anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, mana cukup makan sepiring dalam udara dingin seperti di Desa Samiran ini.

Oiya, homestay Indah Lestari menyediakan air minum, air panas dalam termos, Teh, Kopi, dan gula pasir.  Oh ada juga dispenser dan air galon. Bisa untuk bikin teh atau kopi susu. Agar yang nginap bisa melek malam sambil ditemani minuman panas. Kalo kalian bawa bekal seperti wedang uwuh ataupun minuman instan lainnya, bisa loh bikin sendiri. Sudah disediakan juga perlengkapan minum seperti gelas dan sendok.

Kamar dan ruang tengah untuk tidur atau sekedar ngumpul

Malam itu kami tertidur pulas kekenyangan. Di balik selimut, suara dengkuran dari yang halus sampai yang kencang terdengar. Berpadu dengan suara malam dan hembusan angin Gunung Merbabu dan Merapi yang sesekali menderu.

Desa Samiran Selo memang terletak di kaki Gunung Merbabu. Di sisi selatan terletak Gunung Merapi. Itu lah sebabnya dinamakan kawasan Selo. Orang Jawa bilang selo itu artinya di tengah-tengah. Bener sih, Selo terletak di apit dua gunung. Pemandangan pagi hari menanti sunrise begitu indah menawan hati. Terlebih saat matahari sudah terbit, awan yang berarak terlihat mempesona.

Sayangnya pagi itu kami hanya melihat kabut tebal menyelimuti kawasan desa Samiran. Kedua gunung pun berselimut awan putih tebal. Sesekali kami perlu menginap di homestay saat bulan Maret sampai Agustus. Di mana cuaca sudah lebih bersahabat.

Foto ini di tengah rintik gerimis halus,
belakang saya adalah Abyan, cucu sulung kami

Rencana kami untuk foto-foto di sekitar desa Samiran pun gagal. Padahal desa ini tengah berbenah dengan pembuatan taman untuk pengunjung foto selfie. Gerimis tipis tak henti membasahi bumi desa. Hingga kami tinggalkan homestay sekitar pukul 9 pagi, gerimis masih turun. Menemani perjalanan pulang kami meninggalkan Desa Samiran.

Perincian Biaya Menginap dan Makan :

Sewa Kamar : 5 kamar @ Rp. 150 ribu = Rp. 750.000, Sewa kasur untuk tidur 12 orang = Rp. 120.000, Cemilan mendoan, pisgor, bakwan = Rp. 100.000 ; Makan malam = Rp. 370.000 ; Sarapan Soto = Rp 300.000. Untuk semua pengeluaran berjumlah = Rp 1.640.000, kami tambahkan 60 ribu, agar jadi genap sejumlah Rp. 1,7 juta.

Kami puas nginap karena pelayanannya menyenangkan, ramah, dan seperti keluarga. Bahkan insiden ponakan kambuh mag nya, kami minta tolong dibuatkan bubur dari tepung tapioka. Ibu Sukadi pun bersedia membuatkannya, sampai dua kali.

Nah, kapan kalian menginap dan merasakan suasana alam pedesaan di homestay Desa Samiran, Selo di Boyolali, Sahabat?

Kontak person Homestay Indah Lestari : Bapak Sukadi, HP 0821 3503 8138

Comments

  1. Finaira

    Seru banget bisa dolan bareng-bareng sama satu keliarga. Keren, ih, keluarganya. Aku masih jarang banget main bareng, apalagi ketempat yng jauh dari rumah, sama satu keluarga gitu. Lebih sering trip sendirian,

  2. Eka Rahmawati

    Seru banget ya Mba agenda akhir tahunnya. Jadi kepingin juga deh. Kalau saya ajak keluarga ke sana, pasti ibu saya bakal bilang, “drpada nginap mending ke rumah Mbah aja di Pacitan” hehe

  3. Sri Widiyastuti

    Murah banget ya mbak, nginep 21 orang dengan harga segitu. Dimasakin pula wah .. tambah betah deh.

    Jadi pengen sekali kali jalan ke situ juga mbak dan nginep. Btw kamarnya bisa sewa bbrp kamar gitu ya? Bukan satu rumah? Kalau dulu saya sewa homestay satu rumah dengan kamar 3.

  4. Dwi Septiani

    maasyaallah… kompak banget sih mbaaakkk keluarganyaaa, kuiriii.. hehehhe. asik pasti ya kalo semuanya seneng jalan. kalo keluargaku, baru mau jalan udah pada bayangin rempong dan mahalnya trus gajadi hahhaha. lihat postingan mbak ni, aku jadi pengen semangatin keluargaku lagi wkwk

  5. Rahmi Aziza

    Seru ya mbaa kumpul keluarga besar. Kalo keluarga besar gini yg biasa punya agenda dr keluarga besar suamiku. Tapi udah berapa tahun nih absen. Bisa jadi alternatif nih liburan di Samiran.

  6. Dedew

    Suasananya meriah banget ya karena ada Om Pur, jadi kayak sinterklas hihihi, kemarin diajak kesini sama Kucica tapi daku takut jalannya musim hujan gini..hihi

  7. Ika Puspita

    Serunyaaaa….bisa liburan bareng keluarga besar gitu. Kalo aku kemarin cuma bisa ngumpul aja di kampung halaman. Alhamdulillah bisa ngumpul semua aja udah bisa nyenengin Bapak

  8. Yati Rachmat

    Bunda pernah juga libur keluarga yg homestay tp masak sendiri. Tp yv ini whiiih…asyik pake banget, t4nya bagus, ruangan nyaman aplg makanannya bikin ngiler, bunda jd pengen makan nihiat Sayur Centrung, wlp blm tau dan liat daunnya, tapi olahannya seperti gulai “mangut” kesukaan bunda.

  9. Hida

    Seru banget ihhh..kumpul bareng keluarga sambil jalan ke luar kota emang jadi pengalaman seru ya. Asyik banget tuh nginep di penginapan yang serasa rumah sendiri. Btw, biayanya termasuk murah juga ya mbak utk keluarga besar.

  10. Rotun DF

    Ya Allaah, murah meriah banget liburan ke sana ya Mbaaa. Sewa kamar aja cuma 150rb dengan fasilitas memadai dan ituuu masakannya yang super endeeus *lap iler, wkwkwk.

    Salah juga sih buka blog Mba Wati jam segini, mana belum sarapan. Huhuu, buru-buru nyari centong nih XD.

  11. Nia K. Haryanto

    Wah, adem dan asri banget tempatnya. Main dan nginep di sana refreshing banget. Btw, aku salfok sama makanannya. Makanan rumahan yang enak dan bikin makan nambah terus. Duh…. ngiler. 😀

  12. Rani Yulianty

    Seru banget ya mba Wati, liburan keluarga besar di homestay, bisa refreshing sekaligus meingkatkan keakraban antar keluarga, bisa kumpul-kumpul bersama sambil makan-makan enak, pemilik homestay pinter masak ya bisa menyediakan beragam menu, bahkan bisa buatkan bubur tapioka

  13. lita chan lai

    wah, ga sangka udah punya cucu. liburannya seru banget ya…tahun baru sempat kumpul. alhamdulillah 8 bersaudara kumpul semua sama anak dan ipar2 aku. seneng ya bisa kumpul semua. aku bikin liburan kaya gini udah 2tahun yg lalu. nanti deh bikin acara kaya gini lagi. kelihatan seru banget ya…

  14. Isti Adzah Rohyati

    Mbak! Itu total makan malam dan sarapannya murah amaaatttt T_T Sesuatu yang nggak akan ditemui di Jakarta, meskipun di homestay sekalipun, huhuhuhu. 300rb udah bisa buat makan sekeluarga, itu sih kebangetan murahnya. Kapan2 aku mau nginep di situ ah sama keluarga besar. Thank’s review-nya ya Mbak.

  15. Eni Martini

    Ya Allah..baca inu dan lihat foto-fotonya aku jadi pingin dan kangen plesiran ke daerah dingin, menghangatkan diri di perapian sambil minum teh panas..ehmm

  16. Arinta Adiningtyas

    Duh Mbak, jadi pengen rencanain jalan-jalan dan nginep sama keluarga juga nih.. Makasiiih infonya ya, Mbak.. Aku bookmark ah. Kebetulan aku suka suasana pegunungan gitu. Ini cocok kayaknya..

  17. Ainhy Edelweiss

    Awal taun baru yang menyenangkan yah kak 😆😍 saya baru tau lengkap seperti apa home stay itu, sangatlah nyaman dan serasa di rumah sendiri yah, wah kapan2 boleh ke sana nih 😍

  18. Vita Pusvitasari

    Wah seru nginep di homestay yang lengkap dari makanan, minuman, cemilan dan bareng keluarga besar, kapan-kapan kesini ah ajakin keluarga besarku kalau keponakan udah agak besar 🙂

  19. Vita Pusvitasari

    Wah seru nginep di homestay yang lengkap dari makanan, minuman, cemilan dan bareng keluarga besar, kapan-kapan kesini ah ajakin keluarga besarku kalau keponakan udah agak besar 🙂

  20. Yoanna Fayza

    Aku udah lama pingin nginep di Selo, udara dingin dan kabutnya bikin kangen. Tapi kemarin2 gak tau kalo di Selo banyak homestay, ternyata gampang ya nginep di sana. Mau ah nginep di Selo setelah Merapi membaik 🙂

  21. Dawiah

    Kumpul keluarga asyik betul, jadi pingin juga nih. Mau bawa saudara-saudara, tapi tidak jauh-jauh dari Makassar saja. Kalau ke Boyolali harus nabung dulu hehehe…

  22. Reyne Raea (Rey)

    Senangggnyaaa ya mba, kumpul-kumpul keluarga tapi dengan biaya terjangkau.
    Enak banget pula makanannya, jadi ngilerr 😀
    Jadi pengen kumpul keluarga lagi
    Keluarga suami saya banyak, kalau lagi ngumpul kayak se RT aja hahaha
    Seru banget kalau ngumpul di tempat kayak gini 🙂

  23. Cindy Vania

    Wah serunya liburan sewa homestay. Harganya ramah dikantong tapi bagus ya.
    Makanannya bikin ngiler itu, hahaha..

    Itu kasur 12 beneran 120rb? Bukan per kasur? Wiihh

  24. Allaely Hardhiani

    Wih, ramainya… Seru banget nih kalau bisa liburan bareng keluarga besar. Jadi pengin juga nih liburan sama keluarga besar tapi belum kesampaian. Dan kalau ramai2 sih memang lebih baik sewa satu rumah sekalian. Jadi lebih nyaman nggak campur sama orang lain. Dengan budget nggak sampai 2 juta, termasuk murce tuh menurutku.

  25. Siti Faridah

    Mbak Wati beneran nih udah punya cucu? Baru tahu nih. Jadi kangen piknik ke Boyolali deh. Btw, sayur centrung itu sayur apa sih Mbak? Baru tahu nih aku soalnya setelah baca postingan ini.

  26. Jalan-Jalan KeNai

    Kalau lagi kumpul keluarga juga saya sekeluarga lebih suka tidur di ruang tengah meskipun dikasih kamar. GAk tau kenapa. Pokoknya tidur di ruang tengah memang lebih nikmat aja 😀

  27. Ira Hamid

    Seru banget, Mba. Liburan ramai-ramai gini pasti senang banget yaa, kebahagiaannya juga semakin lengkap karena keluarga besar kumpul semua 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *